Jumat, 29 Juni 2012

Laporan Praktikum Ayam


PRAKTIKUM  VII
A.      Judul       : Ayam (Gallus sp)
B.       Tujuan    : Mengenal  bentuk luar, dan mempelajari organ-organ dalam
ayam
C.      Dasar Teori 
Ayam (Gallus sp) termasuk kelas aves. Tubuhnya ditutupi bulu yang berfungsi sebagai pengatur suhu dan membantu pada saat terbang, memiliki dua pang ekstermis mempunyai sepasang anggota belakang yang maing-masing kaki berjari 4 serta di akhiri dengan cakar,serta mulutnya memilki paruh. Ayam memiliki tulang yang kuat dengan susunan partikel yang padat dan timbangan berat yang ringan. Timbangan yang ringan tetapi berat ini memungkinkan bangsa burung memiliki kemampuan untuk terbang atau berenang bagi unggas air. Tulang punggung didaerah leher dan otot dapat digerakkan. Tulang punggung tersebut membentuk suatu susunan kaku yang memberikan kekuatan terhadap tubuh yang cukup kuat untuk menopang gerakan dan aktifitas sayap.
Tulang-tulang hampir semua jenis unggas adalah bersifat pneumatik (berongga). Rongga ini berhubungan dengan sistem pernafasan yang memungkinkan seekor burung dengan satu sayap yang patah untuk bernafas melalui sayap. Hal ini merupakan suatu fenomena yang telah diperhatikan sejak lama pada burung-burung yang luka oleh para pemburu. Dua belas persen struktur tulang pada ayam adalah tipe tulang meduler yang unik. Ini merupakan suatu jaringan tulang yang kecil sekali yang mengikat struktur beringga bersama-sama dengan sumsum tulang dan bagi unggas liar berguna sebagai suatu substansi untuk pembentukan telur bila kadar kalsium dalam pakannya rendah.
Tulang mengandung sel-sel hidup dan matrik intraseluler yang diliputi garam mineral. Kalsium fosfat menyusun sekitar 80% bahan mineral dan sisanya sebagian besar terdiri dari kalsium karbonat dan magnesium fosfat.
Rongga sunsum tulang ayam betina selama masa bertelur disusupi oleh sistem tulang sunsum yang terdiri atas kalsium tulang. Bagian ini mengisi ruang sunsum dengan anyaman tulang yang lembut kecil dan berfungsi untuk membentuk kulit telur bila kalsium yang tersedia dalam pakan rendah. Tulang sunsum ini terdapat pada ayam betina yang secara fisiologis normal, tetapi tidak terdapat pada ayam jantan
.
            Su
msum tulang terdapat dalam tulang kering, tulang paha, tulang pinggul, tulang dada, tulang iga, tulang hasta, tulang belikat dan kuku. Anak ayam sewaktu tumbuh dewasa, yakni sekitar 10 hari menjelang pembentukan telur yang pertama, mulai menampung tulang sunsum. Pada ayam liar, tulang-tulang ini menghasilkan kalsium yang cukup untuk membentuk kerabang bila kadar kalsium yang dimakan selama bertelur rendah.
Timbunan kalsium tulang ayam betina piaraan hanya adapat mencukupi pembentukan beberapa kerabang telur. Apabila kandungan kalsium rendah, maka setelah ayam bertelur kurang lebih 6 butir, akan kehilangan sekitar 40% dari total kalsium tulang. Otot adalah jaringan yang mempunyai struktur dan mempunyai fungsi utama sebagai penggerak. Ciri suatu otot mempunyai hubungan yang erat dengan fungsinya. Karena fungsinya, maka jumlah jaringan ikat berbeda diantara otot. Jaringan ikat ini berhubungan dengan kealotan daging. Otot-otot yang berasosiasi dengan tulang yaitu otot-otot yang berhubungan dengan tulang, sering disebut otot skeletal.
Jaringan otot ayam merupakan satu kesatuan kelompok organ yang bertindak selaku anggota gerak. Ada 3 macam otot dasar, yaitu otot polos, otot jantung dan otot rangka. Otot polos dijumpai di dalam pembuluh darah, usus dan organ lain yang tidak berada di bawah perintah otak. Otot rangka yang melekat pada tulang dan bertanggung jawab terhadap gerak yang berada di bawah perintah seperti otot dada, paha dan kaki. Otot skeletal adalah yang paling penting bagi ternak unggas meskipun terdapat otot polos pada usus dan otot jardisk pada jantung. Dada merupakan otot skeletal terbeasr karena dibutuhkan untuk terbang, misalnya pada bangsa ayam liar. Otot ini telah dikembangkan secara genetis oleh para ahli pemuliaan spesies-spesies domestik. Ayam memiliki otot merah dan putih, yang dapat disamakan dengan daging gelap dan terang. Perbedaan ini disebabkan kandungan myoglobin pada otot merah. Myoglobin adalah pigmen merah yang membawa oksigen pada otot ayam.
Musculus pectroralis major berfungsi untuk menutup sayap, berorigo pada carnia sterni dan berinsertio pada facies ventralis humeri. Musculus pectoralis minor baru tampak bila musculus pectoralis major diangkat. Musculus ini berorigo pada carnia sterni, kemudian masuk ke dalam foramen triosseum yang berinsertio pada facles dorsalis humeri. Fungsinya adalah untuk menurunkan sayap.
D.      Alat dan bahan 
1.    Disceting set
2.    Papan bedah
3.    Ayam jantan dan betina
4.    Jarum pentul
E.       Prosedur kerja
1.    Tuliskan sistematika dari ayam
2.    Sistem integument
a.    Ambillah bulu ayam pada bagian sayap, dada dan ekor.
b.    Perhatikan bentuk dan letaknya
c.    Gambarlah masing-masing bulu tersebut dan tentukan bagian-bagiannya.
d.   Gunting bagian dari rami kemidian amati dengan loupe bagian-bagiannya lalu digambar.
3.    Sectio
a.    Cabut bulu-bulu dari ventral tubuh. Potong kulit dada pada garis tengah mulai dari dada ke lubang anus dan paruh. Lepaskan otot dada, kemudian potong tulang tulang rusuk yang menenpel pada tulang dada sampai organ dalamnya terlihat.
b.    Gambar topografi dan tentukan bagian-bagian pada masing-masing sitem
4.    Sistem cradiovaskuler
Cor dengan bagian-bagian ventrical sinister dan dexter, atrium sisnister dan dexter serta pembuluh darah.
5.    Sistem digestorium
a.    Tractus digestivus : esophagus, ingluvies, proventrikulus,ventriculus duodenum,ceca coli, intestinum,rectum,dan kloaka.
b.    Galndula digestivus : hepar berwarna coklat, pangkreas terjepit di antara duodenum berwarna kunng.
6.    Sistem respirasi
Sistem ini terdiri atas larynx, tachea, bronchus dan pulmo
7.    Sistem urogenital
a.    Organ genital betina: ovarium,oviduct,,terus,aperture cloacalis,ostium abdominalis, mesovarium, infundibulum dan sisa oviduct.
b.    Organ genital jantan; testis, ductus epidermis, vas deferens, vesicula seminalis.
F.       Hasil Pengamatan








 











                               
                                  Gambar 1. Bulu ekor
            Keterangan: (1) calamus, (2) rachis, (3) vexilum.









 








                                              Gambar 2. Bulu sayap
         Keterangan: (1) calamus, (2) rachis, (3) vexilum.








 








                                              Gambar 3. Bulu dada
                        Keterangan: (1) calamus, (2) rachis, (3) vexilum.









 








                Gambar 4. Bulu ekor tampak di bawah mikroskop (10 x 10)
                    Keterangan: (1) rachis proximal, (2) radiux, (3) radiali.








 








               Gambar 5. Bulu sayap tampak di bawah mikroskop (10 x 10)
                     Keterangan: (1) rachis proximal, (2) radiux, (3) radiali.









 








          Gambar 6. Bulu dada tampak di bawah mikroskop (10 x 10)
              Keterangan: (1) rachis proximal, (2) radiux, (3) radiali.








 








                                   
                                     Gambar 7. Anatomi ayam jantan
                   Keterangan: (1) hati, (2) lambung pengunyah, (3) usus








 









                                 Gambar 8. Organ pencernaan ayam jantan
Keterangan: (1) paruh, (2) tembolok, (3) lambung kelenjar, (4) lambung pengunyah, (5) usus halus, (6) usus besar.








 








              Gambar 9. Organ pernafasan dan kardiovaskular ayam jantan
       Keterangan: (1) esophagus, (2) pulmo, (3) jantung (cor)








 








                         Gambar 10. Organ urogenital ayam jantan
                       Keterangan: (1) gonad kiri, (2) gonad kanan.








 








                                       Gambar 11. Hati ayam jantan
                                     Keterangan: (1) hati, (2) empedu.









 








                                   Gambar 12. Anatomi ayam betina
                 Keterangan: (1) hati, (2) lambung pengunyah, (3) usus.








 








                                 Gambar 13. Organ pencernaan ayam betina
Keterangan: (1) paruh, (2) tembolok, (3) lambung kelenjar, (4) lambung pengunyah, (5) usus halus, (6) usus besar.









 








               Gambar 14. Organ pernafasan dan kardiovaskular ayam betina
         Keterangan: (1) esophagus , (2) pulmo, (3) jantung (cor)






Text Box:



 








             Gambar 15. Organ urogenital ayam betina
                           








 








                                       Gambar 16. Hati ayam betina
                                     Keterangan: (1) hati, (2) empedu.
G.      Pembahasan


Text Box:   Klasifikasi  ilmiah 
Kingdom  : Animalia
Phyllum  : Chordata
Classis  : Aves
Ordo   : Galliformes
Familia  : Gallidae
Genus : Gallus
Species  : Gallus sp
 










Berdasarkan hasil pengamatan yang diperoleh pada pengamatan mengenai anatomi ayam,  terdapat beberapa bagian yang meliputi morfologi dan anatomi tubuh sebagai berikut:

1.    Morfologi ayam
Tubuh ayam dapat dibedakan atas :
a.    Caput (kepala)
Pada caput terdapat alat-alat berikut :
1)      Rostrum (paruh), terbentuk dari maxilla pada ruang atas dan mandibula pada ruang bawah. Bagian dalam paruh dilapisi oleh lapisan yang disebut cera, sedangkan sebelah luar dilapisi oleh pembungkus selaput zat tanduk.
2)      Nares (lubang hidung), terdapat dibagian lateral dari paruh bagian atas, nares interna pada sebelah dalam dan nares eksterna pada sebeleh luar.
3)      Cera, merupakan suatu tonjolan kulit yang lemah dan terdapat pada rostum bagian atas.
4)      Organon visus (alat penglihat), pada ayam relatif besar dan terletak sebelah lateral pada kepala dengan kelopak mata yang berbulu. Iris berwarna kuning atau jingga kemerah-merahan, sedangkan pupil jika dibandingkan dengan besarnya mata relatif besar. Pada sudut medila mata terdapat membrana nictitans yang dapat ditarik untuk menutupi mata.
5)      Porus acusticus externus (lubang telinga luar), terletak di sebeleh dorso-caudal mata, sedangkan membrana tymphani yang terdapat disebelah dalamnya untuk menangkap getaran suara.
b. Cervix (leher)
Pada ayam, leher ini biasanya panjang.
c. Truncus (badan)
Truncus pada ayam dibungkus oleh kulit yang seolah-olah tak melekat pada otot. Dari kulit akan muncul bulu dari hasil pertumbuhan epidermis menjadi bentuk ringan, fleksibel dan berguna sebagai pembungkus tubuh yang sangat resisten. Pada uropygium berpangkal bulu-bulu ekor, sedangkan pada facies dorsalis uropygium ada papilla yang mempunyai lubang sebagai muara kelenjar minyak, minyak ini berguna untuk meminyaki bulu-bulunya dan kelenjar minyak disebut glandula uropyglalis.

d. Caudal (ekor)
Ayam mempunyai bulu-bulu ekor yang berpangkal di uropygium.
e. Extremitas/membran liberi
1)   Extremitas anterior
Berupa ala (sayap) yang skeletonnya terdiri atas humerus (lengan atas), radius (tulang pengumpil), ulna (tulang hasta) dan ossa carpalia (tulang pergelangan tangan). Pada aves tinggal 2 buah, yaitu os scaphoideum yang menempel pada radius dan os cunieforme menempel pada ulna. Persatuan antara ossa carpalia (tulang pergelangan tangan) dengan ossa metacarpalia (tulang telapak tangan) sebagai tempat melekatnya digiti yang ada 3 yaitu jari I, II, III yang nomor-nomornya sesuai dengan banyaknya ruas jari (phalanges) yang ada.
2)   Extremitas posterior
Terdiri atas femur, patella, crus yang terdiri fibula yang pendek dan tibio-tarsus yang merupakan persatuan dari tulang tibia dan tarsalia.Pes (tulang cakar) terdiri atas meta-tarsus dan digiti yang mempunyai ruas phalanx (jari-jari). Pada ujung jari terdapat falcula yaitu kuku untuk mencakar, 4 jari itu ada 3 yang mengarah ke muka dan 1 yang mengarah ke belakang.
f.     Cavum oris ayam (rongga mulut)
1)   Maxilla (rahang atas)
Di sini tidak ada gigi, nares posteriors (yang menghubungkan rongga mulut dengan rongga hidung), fissura choanae secundaria, ostium pharyngeum tuba auditiva eustachii, tunggal dan letaknya di medial.Pada palatum terdapat lipatan-lipatan crista marginalis dan plica palatini.
2)   Mandibula (rahang bawah)
Terdapat aditus laryngis, lingua yang sempit, panjang dan dilapisi oleh lapisan tanduk.
2.  Struktur anatomi bulu ayam
Bulu-bulu ini berfungsi untuk melindungi kulit terhadap cuaca yang tidak cocok dan untuk terbang.Menurut stuktur anatomisnya ada 3 bulu yaitu :
a.    Plumae (contour-feathers)
Terdiri atas bagian-bagian :
1)      Calamus (quill) adalah tangkai bulu.
2)      Rachis (shaft) adalah lanjutan dari calamus yang menjadi sumbu dari vexillum dan di dalamnya tidak berongga.
3)      Umbilicus inferior, merupakan lubang pada pangkal calamus.
4)      Umbilicus superior, merupakan lubang di bagian distal calamus yang melanjutkan diri sebagai sulcus pada rachis. Saat masih muda bulunya kedua umbilicus dilalui pembuluh darah untuk memberi makanan pada bulu muda tadi.
5)      Vexillum (vane), terbentuk dari barbae yaitu suatu cabang ke arah lateral dari rachis, tiap barbae mempercabangkan lagi banyak barbulae, menurut arahnya barbulae terbagi atas :
a)    barbulae yang distal, menuju ke arah ujung bulu/ distal, mempunyai kait-kait (radioli) untuk mengait barbulae yang proximal.
b)   barbulae yang proximal, menuju ke arah pangkal bulu/ proximal.
b.    Plumulae (down-feather)
Biasanya terdapat pada ayam yang masih muda, atau yang sedang mengerami telurnya. Plumulae mempunyai bagian-bagian seperti calamus pendek, rachis agak mereduksi, barbae yang panjang dan fleksibel, serta barbulaeyang pendek.
c.    Filoplumae (hair-feather)
Fungsinya belum diketahui, berbentuk sebagai rambut yang ujungnya bercabang-cabang pendek halus, tumbuh dengan jarak yang jarang di seluruh tubuh, mempunyai tangkai yang panjang dan pada puncaknya terdapat beberapa barbae.
3. Anatomi ayam
Ayam memiliki alat-alat dalam seperti cor, esophagus, ingluvies, proventriculus, ventriculus, intestinum tenue, caecum, rectum, hepar, pancreas, ren, pulmo, trachea yang membentuk sistem organ yang secara umum akan dibahas berikut ini:
a.    Sistem Cardiovasculare
Sentralnya adalah cor yang ada di linea mediana, yang berbentuk kerucut, dibungkus oleh oleh pericardium. Pada aves tidak ada sinus venosus, pembuluh darahnya adalah venae dan arteriae yang keluar dari ventriculum sebanyak 3 buah yaitu :
1)      arteri anonima sinistra menuju ke kiri.
2)      arteri anonima dextra menuju ke kanan.
Masing-masing arteri anonima bercabang menjadi arteri carotis communis yang menuju ke kepala, arteri pectoralis yang besar menuju ke musculus pectoralis mayor, arteri sublavia yang menuju ke ketiak menjadi arteri axillaris dan yang menuju ke anggota muka menjadi arteri branchialis.
3)      aorta, merupakan sisa dari archus aorticus yang menuju ke kanan, sedangkan archus aorticus yang menuju ke kiri telah hilang. Archus aortae itu melingkari bronchus dextrum lalu membelok ke caudal menjadi aorta dorsalis.
Dari ventriculum dextrum yang keluar hanya sebuah arteri yaitu arteri pulmonalis yang selanjutnya pecah menjadi ramus dextrum menuju ke pulmo kanan dan ramus sinistrum menuju ke pulmo kiri.
b.    Sistem Digestorium
Sistem pencernaan pada ayam terbagi atas :
1)   Trachus Digestivus.
Terdiri atas cavum oris yang di dalamnya ada lingua kecil runcing yang dibungkus oleh lapisan zat tanduk, pharynx yang pendek, esophagus yang panjang dan melebar menjadi ingluvies (tembolok) sebagai tempat penimbunan bahan makanan sementara dan pelunakan.
Dari ingluvies masuk dalam proventriculus/ lambung kelenjar yang menghasilkan cairan lambung (asam), ventriculus yang berdinding tebal berlapis jaringan epitel yang keras di sebelah dalam dan menghasilkan sekresi, intestinum yang terbagi atas bagian haluys dan bagian akhir adalah rectum, lalu kloaka dan yang terakhir adalah anus.
2)   Glandulae Digestoria
Terdiri atas glandulae buccalis/ glandulae salivales (kelenjar ludah). Hepar sebagai salah satu kelenjar pencernaan yang relatif besar, berwarna merah coklat dengan beberapa lobus, yaitu lobus dexter dan sinister, tiap lobus memiliki satu ductus hepaticus yang bermuara pada duodenum, vesica fellea sebagai penampung billus (empedu).Pancreas terletak antara pars ascendens dan pars descendens doudeni. Biasanya mempunyai 3 saluran yang bermuara pada pars ascendens doudeni.
c.    Sistem Urogenital
Organa genitalia pada ayam meliputi :
1)   Organa uropoetica terdiri atas :
a)   Ren (metanephros), berjumlah sepasang dan masing-masing terdiri atas 3 lobi.
b)  ureter, berjumlah sepasang, menuju ke caudal dan bermuara langsung dalam kloaka.
c)   kloaka adalah suatu ruangan yang tunggal, dimana bermuara saluran-saluran kelamin, kencing dan makanan.
d)  bursa fabricli, terletak pada dinding kloaka sebelah dorsal, tunggal, besar dan makin mengecil untuk kemudian manghilang sama sekali.
2) Organa genitalia, terdiri atas :
a)    ovarium, hanya yang sebelah kiri saja.
b)   oviduct (saluran telur), merupakan saluran lurus yang bermuara pada kloaka.
d.   Sistem Respirasi
Sistem Respirasi pada ayam bagian-bagiannya adalah :
1)   Nares (lubang hidung), berjumlah sepasang, terdapat pada pangkal rostrum bagian dorsal.
2)   Nares posteriores, meruapakan lubang pada palatum.
3)   Larynx, terdiri atas tulang rawan, membatasi suatu ruangan yang disebut glottis, dihubungkan dengan rongga mulut dengan perantaran celah yang disebut rima glottidis.
4)   Trachea, berupa suatu pipa, mempunyai cincin-cincin tulang yang disebut annulus trachealis, tersusun sepanjang trachea tadi ke arah caudal lalu bercabang menjadi bronchus dexter dan sinister dimana tempat percabangannya disebut bifurcatia trachea.
5)   Pulmo, berjumlah sepasang, relatif kecil, hanya dapat mengembang sedikit dan melekat pada dinding dorsal thorax. Pulmo dibungkus oleh selaput yang disebut pieura.
6)   Syrinx (alat suara), terdapat pada bifurcation tracheae, tersusun dari beberapa annulus trachealis yang paling caudal dan annulus branchialis yang paling cranial.
H.     Kesimpulan
1.    Berdasarkan morfologinya, tubuh ayam terbagi atas caput, cervix, truncus, cauda dan sepasang extremitas yaitu extremitas anterior (sayap) dan extremitas posterior (kaki).
2.    Cavum oris ayam terdiri dari maxilla dan mandibula.
3.    Bulu pada ayam terbagi 3 macam, yaitu :
a.       plumae : calamus, rachis, umbilicus inferior, umbilicus posterior dan vexillum.
b.      plumulae : calamus, rachis, barbae dan barbulae.
c.       filoplumae.
4.    Berdasarkan anatomi ayam, terdapat beberapa sistem organ, yaitu :
a.    Sistem cardiovaskuler : cor dan pembuluh darah.
b.    sistem digestorium : rostrum, cavum oris, pharynx, esophagus, ingluvies, proventriculus, ventriculus, intestinum tenue dan crassum, hepar, pankreas dan glandula salivales.
c.    sistem urogenital : ren, ureter, kloaka dan ovarium.
d.   sistem respiratorium : nares, larynx, trachea, pulmo, syrinx dan saccus pneumaticus

DAFTAR PUSTAKA

Anonim. 2011. Anatomi Ayam. (Online). Tersedia http://www.freepdfdocuments.com/pdf/anatomi-ayam.html. Diakses tanggal 21 Desember 2011.
Anonim. 2011. Laporan Praktikum Aves. (Online). Tersedia http://www.multiply.com/laporan-praktikum-aves.html. Diakses tanggal 21 Desember 2011.
Team Teaching. 2011. Penuntun Praktikum Struktur Hewan. Gorontalo: Laboratorium Biologi Universitas Negeri Gorontalo.
Poskan Komentar